Allah ll Family ll Friends ll Doraemon ll Hello Kitty ll Pink ll You
Reblogged from kuntawiaji
Intan Kirana dalam Prosa Layang-Layang (via kuntawiaji)
setuju :’)
akhir-akhir ini secara sengaja mengikuti kasus Ahmad Fatanah di media. sebagai pengamat berita ini, saya agak kasihan oleh perempuan-perempuan yang disebut-sebut sebagai -penggembira dan penerima kado cumacuma oleh fathanah-
1. pandangan orang lain pasti menyudutkan para perempuan yang mungkin sebenarnya secara tidak sengaja terjebak dalam kasus itu. yang saya dengar, ada seorang mahasiswi yang diberi hadiah oleh beliau. orang-orang melabelinya dengan “Ayam Kampus”. well, menurut literature yang saya baca.. beberapa perempuan yang -dikatakan sebagai ayam kampus- menjadi demikian karena keinginannya untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa meminta orang tua.( dalam hal ini seperti gadget, pergi berlibur, merawat tubuh, dan lain sebagainya) jadi, siapa sih orang yang nolak dikasih uang ketika sedang menginginkan sesuatu tanpa berpikir panjang?
2. perempuan-perempuan tersebut seakan-akan dengan mudahnya diluluhkan oleh uang dari seorang laki-laki yang sudah beristri. masyarakat pasti berpikir ‘apa mereka tidak malu?’
pandangan masyarakat seakan-akan memperlihatkan Perempuan dan uang seperti dua hal yang sangat dieratkan. bersahabat dekat. apa iya, perempuan zaman sekarang harus hidup dengan uang walau caranya salah?
bias gender pun terlihat sekali dalam kasus ahmad fathanah ini. kasus yang lebih penting seakan terhapus dan kasus fathanah dengan selir-selirnya pun lebih mencuat. lagi-lagi, perempuan yang menjadi “obrolan” masyarakat. hm.
Eh, ini bukan karena saya perempuan lalu menyalahkan fathanah dan membela kaum saya. tidak, tidak sama sekali. saya lebih ke ‘mengapa mereka tidak membicarakan kasus utamanya dibanding kasus sampingannya?’
Ya, mungkin lebih menarik bagi beberapa orang.
utk perempuannya ya, harusnya lebih bisa menjaga harga diri mereja agar tidak direndahkan oleh laki-laki dengan cara memberikan uang sebanyak-banyaknya.
Tadi saya mengikuti pembekalan wisudawan yang dibuat fakultas saya. sebenarnya cukup menarik, apa sih yang mau kamu lakukan setelah lulus? simple, tapi cukup mengena lah ya buat mereka-mereka yang sudah memikirkan “saya mau kerja apa sih?”. Well, pembekalannya sih sebenarnya lumayan menarik, sayangnya… pembicaranya kurang bisa membuat para calon wisudawan/wati ini semangat malah jadi ngantuk. meskipun agak bikin boring, saya mencatat beberapa hal, yaitu sikap apa saja sih yang bisa membuat orang sukses? sikap yang menurut bapak Bagus -dosen psikologi UGM- bisa membuat orang sukses ada 12 sikap. berikut keduabelas sikap tersebut.
✿ฺฺ Be generous.
✿ฺฺ give people more than they expect.
✿ฺฺ be forgiving of urself and others.
✿ฺฺ have a greatful heart.
✿ฺฺ Work at something you enjoy.
✿ฺฺ become the most positive and enthusiastic person.
✿ฺฺ persistence, persistence, persistence.
✿ฺฺ commit urself to constant improvement
✿ฺฺ be loyal
✿ฺฺ be honest
✿ฺฺ be a self-starter
✿ฺฺ be desicive.
Tapi menurut saya, semua itu akan percuma kalau ada satu sifat yang mendominasi, yaitu kemalasan. :)